Wednesday, April 22, 2020

SESAK

Oleh: Muhammad Ihsan

Adakah mampu ajal ku panggil dahulu
Untuk membelah tubuhku yang terkoyak
Seiring jantung memuja-muja namamu
Teramat bising dalam peluh dadaku yang sesak
.
Bisa kau bantu aku, Moral?
Berilah satu tarikan nafas lalu tiupkan ke mulutku
Yang telah lama terpasung dalam peluh cinta terhadapmu
Dan jika mau, dengan senang hati
Boleh kau robek kancing dadaku
Bekas jahitan pena tempatku menulis sajak cinta
Sebelum mentari mencium lembut punggung lehermu
Segeralah kosongkan semua ruang di tubuhmu
Yang akan ku isi sejuta nyawa dan jiwaku
.
Tetapi dengan segumpal kisah yang masih basah
Langkah cerita dan nafas yang terengah-engah
Melumat sudut-sudut rindu yang belum terjamah
Biarlah kakiku patah, lalu ku mati dalam merasa bersalah
Memuja Tuhan seraya meluapkan sumpah serapah
Pada rombongan angin yang menghapus senyummu dengan mudah

.
Rajapolah, 23 April 2020







No comments:

Post a Comment

Entri yang Diunggulkan

MEMBUKA MATA DI REPUBLIK MAYA

Globalisasi – Modernisasi berkembang pesat senada dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia sebagai penduduk bumi menga...