Oleh Muhammad Ihsan
Menabur berlian berlian
hujan
Bumi bernadzar menyangga setiap detik kerinduan
Dengan senyuman
Sedang kala itu Kawanan awan cemburu buta
Raut wajahnya menampilkan aura tak gembira
Menyambut
hujan,
Mukanya hitam, pitam, pekat dan lekat
Pada saat bersamaan,
Rumput kering riang gembira
Dibalut cinta kerinduan
Seperti bunga-bunga layu,
Yang tertawa menyambut
hujan
Adakah yang bisa bertanya kepada mendung
Mengapa ia murung?
Dan siapa yang sanggup menyapa mentari
Dengan bait-bait puisi
Yang kau tulis dalam secarik kertas kenangan
Untuk menghiburnya kala
Hujan.
Dan jangan sekali-kali engkau
Bersumpah pada
Hujan
Karena janji yang tak ditepati
Hanya membunuh api
Kepercayaan.

