Oleh: Muhammad Ihsan
Hari berganti baju lusuhmu kau ganti pula
Sedang aku masih tinggal
menutup sanggul kepalamu yang tinggi
menjagamu dari kejam sengat matahari
merayumu dengan zikir puisi yang abadi
tertanam dalam jiwamu
lantas kita,
tidak pernah saling bertengkar
perihal siapa pemilik bayang-bayang
Bahkan dengan baju barumu
aku masih bisa bercanda
meneguk secangkir kopi di pelataran lemari
menyeduh segelas rindu sebelum pagi kau kenakan aku lagi
sebab mencintaimu, aku bisa menjadi apapun
Rumah Ibu, 26 april 2020
No comments:
Post a Comment