Oleh: Muhammad Ihsan
Ia hanya sembunyi.
Dibalik dada perempuan-perempuan tangguh itu
Dibilik jantung dan sanubari ibu guru
Kartini tidak mati,
tidak pernah mati
Ia hanya diberi raga baru
Bagi yang mampu keluar dari batas-batas ragu
Bagi yang kerap dianggap lemah, leceh, dan payah
Tapi tangguh pendam derita dalam ruang diam yang resah
Pada sakit yang menjerit di tiap cinta yang berupaya bangkit
Pada darah yang jatuh di terik juang yang lupa berteduh
Pada luka yang membekas di setiap hati yang berjuang ikhlas
Kartini selalu ada, akan selalu ada
Untuk hari ini, esok dan lusa
Tasikmalaya, 15 April
No comments:
Post a Comment