Oleh: Muhammad Ihsan
kuasa1/ku·a·sa/ n > Kekuasaan, merupakan peranan guna menolong, membantu, memberi, dan berbagai hal demi kemaslahatan manusia.
Kekuasaan adalah peluang berbuat baik, semakin anda berkuasa semakin berpeluang menenun kebaikan diseluruh wilayah kekuasaan anda.
Namun, bagaimana jika peluang berbuat baik dipropaganda menjadi peluang berbuat buruk?
Sehingga kekuasaan dipegang oleh tangan-tangan picik, licik, egois, dan biadab.
Oke, kita lupakan dulu tentang kekuasaan.
Hari ini, di negeri parodi sedang berlangsung pertikaian sengit demi perebutan kekuasaan antara ganjil dan genap.
Rakyat negeri parodi dicuci otak setiap hari oleh media dan televisi dan dibuat jangar dengan debat-debat kampungan ala politisi bajingan. Mengusung visi, berdagang misi, sampai sampai mengotori nama agama yang itu semua tak lebih dari retorika busuk demi meraih tahta untuk mencuci tangan dengan air kencingnya sendiri.
Padahal,
Negeri sedang diguncang,
Padahal,
Rakyat sedang menjerit kelaparan.
Padahal,
Bencana alam dimana-mana
Padahal,
Degradasi moral sedang terjadi
Padahal,
Degradasi ideologi sedang berlangsung.
Tapi, apa yang anda lakukan wahai para politisi?
Kau menjual air mata kami demi atas tawamu.
Kamu meminum darah kami demi mengatasi dahaga kekuasaanmu.
Kau memeras keringat kami demi untuk kursi empuk istanamu.
Kau menggadaikan perut kosong kami demi kenyangnya perut serakahmu.
Cukup,
Aku muak..
Aku enggan..
Aku lelah..
Aku lemah..
Dan hampir mati mendengar celoteh busukmu.
Aku mohon, berhenti jadi pencaci.
Tebarkan cinta kasih kepenjuru bumi.
Dan mungkin jika besok lusa engkau tiada, setidaknya aku mengenangmu sebagai pahlawaN bangsa..


