Friday, March 2, 2018

Bintan, 22 September 1997

Bintan,
Disetiap detik hariku,
Ingin ku seka air mata,
Seperti para pencinta,

Bintan,
Di setiap hembus nafasku,
Ingin ku utarakan cinta,
Seperti saat dulu kulakukannya,

Disetiap Hujan diutus Tuhan,
Ku sembunyikan rintik rindu bersamanya,
Di setiap petang menjelang,
Ku titipkan seutas harap agar lelap bersamanya,

Tentang memilikimu, aku mengalah,
Perihal merindukanmu, izinkanlah,
Biar kumiliki rindu ini hingga senja tak lagi ada,

Tak perlu kau hirau, bunyi hatiku patah.

Biarkan lubukku remuk menanti,

Menanti Tuhan merestui Aku pergi..

No comments:

Post a Comment

Entri yang Diunggulkan

MEMBUKA MATA DI REPUBLIK MAYA

Globalisasi – Modernisasi berkembang pesat senada dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia sebagai penduduk bumi menga...