CINTA begitulah orang memanggilnya, sebuah karya indah Tuhan
nan Agung, sebagai perwujudan salah satu sifatnya sebagai Sang Maha Kasih dan Sayang.
Dia yang menciptakan segala sesuatu dalam keadaan berpasang-pasangan.
![]() |
إذا لم يزدك البعد حبا فأنت لم تحب حقا |
Aku,
Adalah serpihan puing dalam kesatuan cinta-Nya,
Adalah setitik air dalam lautan Kasih-Nya,
Sebutir pasir dalam gurun Ampunan-Nya,
Sedetik waktu dalam Keabadian-Nya,
Dia
Sang maha Akan segalanya,
Hidupku dalam ketetapan Kuasa-Nya,
Sang Maha cinta,
Pemberi anugerah cinta,
Matiku seketika atas Kehendak-Nya.
Dalam bahasa cinta, Aku adalah hamba-Nya,
Dengan nama cinta, Aku bersimpuh di hadapan-Nya.
Rukuk, terbang dalam cakrawala Ridha-Nya,
Sujud, tenggelam dalam harap rahmat-Nya,
Adakah aku, kekasih bagi-Nya?
Dalam bahasa Cinta, Aku adalah Dia,
Dia yang tak mempunyai ketiadaan,
Hingga Aku, menghilang dalam hakikatnya
Wahai Allah Sang Maha Kasih,
Ku Sembahkan Cinta ini atas-Mu seutuhnya,
Dalam bahasa cinta, Aku adalah kamu yang ku harapkan,
Dalam bahasa cinta, Aku adalah engkau yang terlafalkan.
(Pesantren Anak Adam jalan menuju Tuhan)

No comments:
Post a Comment