Panggung politik kembali menjadi pemicu perpecahan dan permusuhan. Saling sikut, saling sindir, saling serang bahkan tak jarang saling fitnah kita saksikan di masyarakat akar rumput. Para kandidat calon pemimpin di sana mungkin masih bersahaja dengan masih menjalin komunikasi baik dan silaturahmi yang terjaga. Namun, realita di masyarakat konfilk terjadi begitu mengerikan. Hujatan-hujatan demi membela pilihannya serta menjatuhkan lawan kerap disuarakan. Fitnah-fitnah bertebaran di mana-mana. Kontestasi pemilu menjadi perbincangan di setiap sudut negeri ini. Perpecahan tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat biasa, tetapi masuk ke ruangan para akademisi hingga tokoh agama. Miris, sangat miris. Luka-luka akibat politik 5 tahun lalu kembali harus menganga.
Tulisan ini
saya haturkan kepada sahabat-sahabat yang membaca. Sungguh, tak ada satu pun
kandidat calon yang sempurna, semua ada kurangnya. Pun begitu, tidak ada satu
pun kandidat yang tak memiliki penggemar, semua ada pendukungnya. So, nilai
yang paling berharga dan harus dijaga dalam berbangsa dan bernegara adalah
kerukunan dan persatuan. Dukunglah kandidat yang anda pilih setinggi-tingginya,
tapi jangan pernah mengolok dan menghinan dukungan orang lain. Jika anda tidak suka pilihanmu dihina, maka jangan pernah hina pilihan orang lain.
Sahabat,
persatuan yang telah dipupuk oleh leluhur kita bernilai mahal dan melalui
proses yang panjang. Jangan pernah mau untuk diadu domba dan dipecah belah
hanya perihal beda calon presiden saja. Pada akhirnya, siapa pun yang terpilih nanti,
hidup kita tetap menjadi tanggung jawab masing-masing. Mereka yang kita dukung
berlebihan mungkin tak memikirkan nasib kita esok hari.
Jika Allah SWT
saja melarang kita untuk menghina sesembahan orang lain, padahal Dia jelas-jelas
Tuhan yang Maha Esa. Maka ambillah ibrah untuk tidak menghina pilihan orang
lain. Sanjunglah pilihanmu, hormati pilihan orang lain. Ini sikap yang saya
ambil, agar kerukunan tetap terawat di bumi pertiwi yang amat kita cinta ini.

No comments:
Post a Comment